Senin, 24 Desember 2018

Menyiapkan Masa Depan Anak dengan Iman dan Ilmu

sakinah - menyiapkan masa depan anak
sakinah.web.id - Roda kehidupan akan senantiasa berputar dan berubah. Ini merupakan sebuah keniscayaan yang mesti dialami oleh setiap insan. Dulu, sewaktu kecil kitalah yang meminta uang jajan, kini – bagi yang sudah berumah tangga - kitalah yang dimintai uang jajan. Dulu, kita diantar orang tua berangkat ke sekolah. Kini, giliran kita yang mengantar anak ke sekolah. Dulu, kita yang merengek meminta agar bisa ikut study tour. Sekarang, kitalah yang direngek anak untuk keperluan yang sama. 

Merupakan sebuah keniscayaan pula, anak kita akan semakin membesar dan beranjak dewasa kemudian menggantikan posisi kita. Di saat anak kita berganti peran menjadi orang tua, bagaimanakah posisi kita dan di manakah kita? Kondisi kita pasti semakin menua, bahkan mungkin sudah tiada lagi di dunia, mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan perbuatan. Termasuk dalam hal pengurusan dan pendidikan anak. Saat orang tua tiada, maka sudah sudah tidak lagi mampu menolong dan membantu anak-anaknya.

Sebelum masa itu tiba, sedari sekarang harus dipersiapkan. Harapannya agar anak bisa menghadapi masa depan di saat kita sebagai orang tua sudah tidak mampu membimbing lagi. Baik karena usia yang sudah lanjut atau sudah berpulang menghadap Allah SWT. Dan itu hanya bisa dihadapi anak dengan dengan bekal ilmu dan keimanan yang kuat. Harta adalah pelengkap keimanan dan ilmu.

Harta berlimpah, namun miskin iman dan ilmu, hanya akan menjadi masalah. Sementara harta yang tidak melimpah, masih bisa dihadapi dengan ilmu dan iman yang kokoh. Jika anak keturunan memiliki ilmu yang luas dan imannya juga kokoh, dibarengi dengan harta yang mencukupi, ini merupakan nikmat dari Allah SWT.

Pentingnya Iman

Mengenai pentingnya iman bisa disimpulkan dari pesan Luqman Hakim kepada anaknya sebagai mana diabadikan di dalam al-Quran:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 13)

Dan juga disimpulkan dari Hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat memberikan penerangan kepada Ibnu ‘Abbas kecil yang kala itu sedang membonceng di belakang beliau,

يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ.

Nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau dapati Allah ada di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau minta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, jikalau seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, sungguh mereka tidak akan bisa memberi manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Jika mereka semua berkumpul untuk membahayakanmu, sungguh mereka tidak akan bisa membahayakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan akan menimpamu. Telah diangkat pena dan telah kering lembaran-lembaran (catatan takdir) (HR. at-Tirmidzi)

Pentingnya Ilmu

Disamping iman, yang perlu dimiliki oleh anak-anak kita di masa mendatang adalah ilmu (syari). karena ilmu akan menjadi sumber kebaikan sebagaimana disebutkan di dalam sebuah hadis:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhori 71 dan Muslim 1037)

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah, berkata tentang hadits di atas :

مَفْهُوم الْحَدِيث أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّه فِي الدِّين, أَيْ : يَتَعَلَّم قَوَاعِد الْإِسْلَام وَمَا يَتَّصِل بِهَا مِنْ الْفُرُوع – فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْر

Konteks hadits di atas menunjukkan bahwa seorang yang tidak memahami agama, dalam artian tidak mempelajari berbagai prinsip fundamental dalam agama Islam dan berbagai permasalahan cabang yang terkait dengannya, maka sungguh ia diharamkan untuk memperoleh kebaikan” (Fathul Baari 1/165).

Harta Dunia adalah Fitnah

Di samping itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةٌ وَفِتْنَةُ أُمَّتِيْ الْمَالُ
Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah dan fitnah umat-Ku adalah harta.” (H.R. At-Tirmidzi) 

Tentu harta dunia akan menjadi fitnah lantaran tanpa dibekali dengan iman dan ilmu yang kokoh. Karena banyak di antara para sahabat nabi yang mulia, mereka berharta namun harta mereka tidak menjadikan fitnah untuk mereka. karena mereka memiliki iman dan ilmu yang kokoh.

Mari persiapkan iman dan ilmu anak-anak kita dari sekarang. Tentu kita sebagai orang tua juga harus memiliki iman dan ilmu yang kokoh. Semoga kita diberikan kemampuan untuk mempersiapkannya. 

Semoga bermanfaat
Senin, 24 Desember 2018 M / 16 Rabiul Tsani 1440 H


Mabsus Abu Faatih


Gambar : youreducation.it
Tanggapan Anda
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar