Selasa, 04 Desember 2018

4 Sikap Penghancur Hubungan Perkawinan

Aku menyesal menikah dengan kamu, kalau dulu aku memilih menikah dengan si Anu pasti hidupku sudah kaya-raya dan bahagia.”

Pernahkah kita mendengar orang lain mengatakan kepada pasangan hidupnya perkataan seperti di atas?. Atau justru kamu sendiri yang pernah mendapatkan perkataan demikian? Atau justru kamulah yang pernah mengatakan demikian?

Ketahuilah bahwa perkataan tersebut merupakan perwujudan salah satu sikap yang bisa menghancurkan hubungan perkawinan. Apa saja sikap-sikap penghancur hubungan perkawinan?

Dalam buku Keluarga Sakinah, Bacaan Mandiri Calon Pengantin hal. 52 yang mengutip The Gottman Institute dalam The Four Hosemen ada beberapa sikap penghancur hubungan rumah tangga, yaitu:

Kritik Pedas (sikap menyalahkan)
Dimana suami istri tidak dapat melihat kebaikan dan keunggulan dari pasangan, dan tidak melihat kesalahan diri sendiri yang menyebabkan terjadinya pertengkaran.

Sikap membenci dan merendahkan
Di mana suami/istri menunjukkan bahwa pasangannya bukan pasangan yang baik, membandingkannya dengan orang lain, dan menunjukan kebencian dengan mengungkit berbagai kelemahan pasangan. Contohnya adalah seperti perkataan yang disebutkan di awal artikel.

Sikap membela diri dan mencari-cari alasan
di mana suami/istri menganggap bahwa sika dan perilakukan yang salah adalah karena sebab lain di luar dirinya.

Sikap mendiamkan (mengabaikan)
Di mana suami/istri memilih untuk mendiamkan pasangannya. Biasanya dengan alasan tidak ingin bertengkar, suami/istri justru bersikap pasif-agresif yaitu menyerang dalam diam.

Semoga kita bisa menghindari keempat sikap penghancur hubungan rumah tangga tersebut.

Mabsus Abu Fatih
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar