Kamis, 16 Juni 2016

Syair Imam Adz-Dzahabi tentang IBU

anak-sholeh.com - Puisi tentang Ibu sering kita baca dan dengar. Di dalam buku-buku puisi sangat mudah kita temui, demikian juga di internet. Namun, kebanyakan puisi tersebut adalah puisi kontemporer. Barangkali ada di antara pembaca yang ingin mengetahui seperti apa puisi atau syair dari orang-orang terdahulu khusunya dari kalangan ulama. Untuk itulah tulisan ini dibuat.

Berikut ini adalah syair tentang Ibu yang ditulis oleh Syamsuddin Muhammad bin Qaimaz At-Turkumani, Al-Fariqi, Ad-Dimasyqi, Asy-Syafii, atau yang lebih sering kita kenal dengan nama Imam Adz-Dzahabi.


Beliau lahir di Damasus pada tahun 1274 M / 673 H dan wafat di Damaskus pada tahun 1348 M / 738 H.[1] Syair ini bisa kita temukan dalam buku beliau Al-Kabair pada bab Uquuqul Walidain[2]. Saya tulis juga versi arabnya untuk bisa dinikmati oleh mereka yang mengetahui bahasa arab. Semoga bisa menambah kecintaan kita terhadap orang tua, khususnya Ibu kita. [Mabsus Abu Fatih]

لأمك حق لو علمت كثير ... كثيرك يا هذا لديه يسير
Bagi ibumu terdapat banyak hak atasmu ... Apa yang banyak menurutmu sesungguhnya sangatlah kecil
فكم ليلة باتت بثقلك تشتكي ... لها من جواها أنة وزفير
Sudah berapa malam ia merasa memberatkanmu .... Dan kamu mengadukan perihalnya dengan rintih dan keluh
وفي الوضع لو تدري عليها مشقة ... فمن غصص منها الفؤاد يطير
Jika kamu tahu betapa berat saat ia melahirkanmu .... Karena berat beban itu hati terasa terbang melayang
وكم غسلت عنك الأذى بيمينها ... وما حجرها إلا لديك سرير
Betapa sering ia menjagamu dari mara bahaya dengan tangan kanannya ... Dan pangkuannya pun menjadi ranjangmu
وتفديك مما تشتكيه بنفسها ... ومن ثديها شرب لديك نمير
Ia mengorbankan jiwanya demi keluhanmu ... Dari susunya keluar minuman suci bagimu
وكم مرة جاعت وأعطتك قوتها ... حناناً وإشفاقا وأنت صغير
Betapa sering kamu menderita kelaparan dan penuh dengan sepenuh tenaga ... Ia memberikan kasih sayangnya kepadamu di waktu kecilmu
فآها لذي عقل ويتبع الهوى ... وآها لأعمى القلب وهو بصير
Kasihan, mengapa orang cerdas mesti menuruti nafsunya ... Kasihan bagi yang buta hati sedangkan matanya melihat
فدونك فارغب في عميم دعائها ... فأنت لما تدعو إليه فقير
Berharaplah kamu terhadap semua doa-doanya ... Karena terhadap apa yang didoakannya kamu membutuhkannya




[1] Lihat buku “Al-Kabair, Galaksi Dosa”, terbitan Darul Falah – Bekasi tahun 2012, hal vii
[2] Imam Adz-Dzahabi, Al-kabair, versi al-Maktabah Asy-Syamilah hal. 15; Imam Adz-Dzahabi, Al-Kabair Galaksi Dosa, (Bekasi:Darul Falah), 2012, hal. 51
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar