Jumat, 10 Juni 2016

Beginilah Rasulullah Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

Anak-sholeh.com - Rasulullah saw adalah suri teladan yang baik. Termasuk dalam hal mendidik anak. Termasuk di dalamnya lagi bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Berikut ini adalah empat cara yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Dalam menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Disarikan dari buku “25 Kiat memengaruhi Jiwa dan Akal Anak” (terjemah dari 25 Thariqah lit Ta’tsir fi Nafsith Thifli wa ‘Aqlihi) terbitan sygma Pusblishing bandung. Sebuah buku yang dikarang oleh Muhammad Rasyid Dimas, lulusan Fakultas Pendidikan dan Psikologi pada Al Imarat University dan Diploma ‘Ali (setingkat master) bidang perencanaan, analisis, dan Perencanaan Sistem pada Al-Imarat University. Berikut keempat cara tersebut:

1. Memperkuat Kemauan Anak

Dalam hal ini, Beliau melakukan dua cara. Pertama, membiasakan menjaga rahasia, seperti yang dialami oleh Anas bin Malik dan Abdullah bin Ja’far. Ketika anak belajar menjaga rahasia dan tidak membocorkannya, kemauannya akan tumbuh dan menguat. Kepercayaan diripun menjadi kuat.
Kedua, membiasakan berpuasa. Ketika anak mampu bertahan dalam keadaan lapar dan haus karena puasa, ia akan merasakan kesenangan mengalahkan hawa nafsunya sehingga menjadi kuatlah kemampuannya dalam menghadapi kehidupan. Para sahabatpun sangat memerhatikan agar anak-anaknya berpuasa. Untuk itulah, mereka menyiapkan mainan saat anak-anak berpuasa agar terhibur dan tidak merasakan panjangnya siang. 

2. Menumbuhkan kepercayaan sosial.

Ketika anak bergaul dengan orang dewasa dan berkumpul dengan teman-teman sebayanya, akan tumbuh rasa kepercayaan sosialnya. Inilah yang ditangkap dari keturutsertaan para sahabat terhadap aktivitas anak-anaknya. anak-anak mereka biasa menghadiri majelis Rasulullah saw. Karena orang tua mereka mengajaknya.

Anas bin Malik r.a mengatakan, “Rasulullah saw. Bergaul dengan kami hingga ia mengatakan kepada adik kami, “Hai Aba Umair, sedang apa burung kecil itu?’ Kami menggelar tikar, lalu beliau shalat dan membariskan kami di belakangnya. “ (HR. Ahmad)

Dengan membawa anak ke majelis orang dewasa akan menjadikan anak sedikit demi sedikit mengenal pembicaraan orang dewasa sehingga ia siap untuk berkecimung di tengah masyarakat nantinya.

Menumbuhkan kepercayaan sosial juga bisa dilakukan dengan cara membiasakan bersalam.
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda, Hendaklah orang yang naik kendaraan mengucap salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki kepada yang duduk, yang sedikit kepada yang banyak.
Dalam riwayat Bukhari, hadits tersebut mendapatkan tambahan “Yang kecil kepda yang tua

Untuk menumbuhkan kepercayaan sosial bisa juga dilakukan dengan cara mengutus anak untuk keperluan rumah tangga atau untuk memenuhi keperluan orang tua. Dengan cara ini, ia akan mengenal liku-liku kehidupan, merasa gembira dengan bertambahnya wawasa. Akan muncul pula kepercayaan diri dalam menghadapi persoalan hidup, sesuatu yang membuatnya mampu mengarungi kehidupan ini dengan langkah-langkah yang mantap, fokus dan tanpa guncangan.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Tsabit Al Bannai dari Anas bin Malik r.a yang berkata, “Aku melayani Rasulullah saw. Pada suatu hari sampai aku menyelesaikan tugasku. Rasulullah saw. Kemudian tidur siang dan aku keluar menemui anak-anak. Aku melihat permainan mereka. Maka, datanglah Rasulullah saw. Seraya mengucapakan salam kepada anak-anbak yang sedang bermain. Kemudian, beliau memanggilkuj dan menyuruhku untuk suatu keperluan. Maka, aku pun pergi untuk keperluan itu, sedangkah Rasulullah saw. duduk di bawah bayang-bayang hingga aku kembali. Aku terlambat datang menemui ibuku. Ketika aku dantangkepada ibuku, ia bertanya, “Apa yang membuatmu terlambat datang?”
Aku menjawab, “Rasulullah saw. Mengutusku untuk satu keperluan.”
Ia berkata, “Apa keperluannya?”
Aku menjawab, “Itu rahasia Rasulullah saw.”
Ia berkata, “Kalau begitu, jagalah rahasia Rasulullah saw.”

Kehadiran anak-anak pada perayaan-perayaan yang disyariatkan, upacara pernikahan, dan menginap di rumah kerabat yang saleh juga termasuk hal yang baik. Karena akan membuat keceriaan pada jiwa anak-anak, melatih mereka untuk berinteraksi dengan orang lain, dan mendukung terciptanya hubungan sosial yang baik dengan masyarakatnya.

3. Menumbuhkan kepercayaan Ilmiah.

Hal ini bisa dicapai dengan cara mengajarinya Al-Qur’an, sunah, dan Shirah Rasululah saw. Yang agung. Kelak, anak akan tumbuh dengan membawa ilmu yang luas dan tumbuh pula kepercayaan ilmiah dalam dirinya.

Baik juga apabila anak dimotivasi untuk menghafal dengan pemberian hadiah.

4. Menumbuhkan kepercayaan Ekonomi dan Bisnis

Hal ini dapat diwujukdn dengan membiasakan anak berjual beli, berjalan di pasar dengan disertai orangtuanya untuk memenuhi keperluan mereka.
Rasulullah saw. Menyaksikan si kecil Abdullah bin ja’far sedang bermain dagang-danganan, lalu mendoakan, “Ya Allah, curahkanlah barakah dalam perdagangannya.”

Begitulah Rasulullah menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Semoga bisa menjadi panduan bagi kita, orang tua dalam menumbuhkan kepercayaan diri pada anak-anak kita.

Jika merasa tulisan ini bagus, silahkan bagikan kepada pembaca yang lain. Semoga menjadi amal sholeh kita semua. Allahua’lam bishowab.  

Tangerang - Banten,
Jumat Mubarok, 05 Romadhon 1437 h / 10 Juni 2016

Mabsus Abu Fatih
Tanggapan Anda
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar