Sabtu, 31 Desember 2016

Dengan Ucapan Ini, Orang Tua Bisa Membunuh Masa Depan Anak

“Dasar anak bodoh!”, “Dasar Nakal!”, “Anak Bandel!” adalah beberapa ucapan yang sering keluar dari mulut orang kepada anak-anak mereka. Dengan begitu mudahnya ucapan sumpah serapah itu terhambur hanya karena permintaan yang tidak dipenuhi, atau karena "kenakalan" anak yang sudah sering dilakukannya, atau bisa jadi sekedar untuk melampiaskan emosi orang tua. Padahal, ucapan-ucapan tersebut sangat berbahaya bagi sang anak, karena bisa membunuh masa depan anak!! Tidak percaya?

Senin, 26 Desember 2016

19 Kunci Rezeki

Rezeki di tangan Allah. Hanya Allah lah yang mengetahui Kunci Rezeki kepada seluruh makhluknya. Melalui al-Quran dan Hadits Nabi kita bisa mengetahui bahwasanya Allah SWT dan Rosulnya memberitahu kunci-kunci untuk mendapatkan Rezeki, yang dengan wasilah kunci-kunci tersebut, Allah membukakan rezeki-Nya kepada kita. Apa saja kunci-kunci rezeki tersebut? Disarikan dari dua buah buku, Anak-sholeh.com menghimpunnya untuk para pembaca.

Buku yang dimaksud adalah “Kunci-kunci Rezeki” terjemahan dari Mafatih ar-Rizq karya Syaikh Majdi Muhammad asy-Syahawi dan buku "Mencari Kunci Rezeki yang Hilang" karangan Ustadz Zaenal Abidin bin Syamsudin. Buku Kunci-Kunci Rezeki memuat 17 Kunci, Sementara Buku kedua memuat 12 kunci rezeki.

Minggu, 13 November 2016

Pengobatan Mandiri dengan Doa

Selain menggunakan madu, bekam, habatussauda dan medis, doa bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Tentu dengan izin Allah Subhanahu wa ta’ala. Berikut ini adalah doa yang bisa digunakan untuk pengobatan mandiri (mengobati diri sendiri) di saat kita mengalami sakit.

Cara pengobatan mandiri dengan doa ini adalah dengan meletak tangan pada bagian tubuh yang terasa sakit, kemudian dibacakan :
بِسْمِ اللَّهِ (3X)
“Dengan menyebut nama Allah.” [dibaca 3 x]

Rabu, 31 Agustus 2016

Hukum Aqiqah Untuk Anak Yang Sudah Meninggal


Diasuh oleh : K.H Shiddiq al-Jawie

Tanya :
Ustadz, anak saya berumur 11 tahun baru saja meninggal dan belum dilakukan aqiqah untuknya saat dia lahir. Apa hukumnya kalau sekarang saya mengaqiqahi anak saya yang sudah meninggal itu? (Nurwidianto, Bantul).

Jawab :
Para ulama berbeda pendapat menjadi tiga pendapat mengenai hukum melaksanakan aqiqah untuk anak yang meninggal dan belum pernah dilakukan aqiqah untuknya. (Hisamudin ‘Ifanah, Al Mufashshal fi Ahkam Al ‘Aqiqah, hlm. 129-130).

Tiga pendapat tersebut adalah sbb; 
pertama, wajib hukumnya secara mutlak melaksanakan aqiqah untuk anak yang sudah meninggal. Ini adalah pendapat Imam Ibnu Hazm. (Ibnu Hazm, Al Muhalla, 6/234).

Kamis, 18 Agustus 2016

Anak Tidak Mirip Ayah dan Ibunya, Ini Penjelasan Nabi

Anak Tidak Mirip Ayah Ibu
islampos.com – PADA umumnya, seorang anak memiliki kemiripan wajah dengan salah satu dari kedua orang tuanya. Bahkan ada yang mirip dengan kedua orang tuanya sekaligus dari sisi wajah dan gayanya. Ada yang wajahnya mirip ibu, sementara gaya berjalannya mirip ayah. Ada yang matanya mirip sang ayah, sementara dagunya mirip sang ibu. Ada juga yang wajah dan gayanya hanya mirip sang ibu atau sang ayah saja

Untuk tipe yang terakhir, Fatimah binti Rosulillah barangkali adalah contoh yang tepat. Menurut Aisyah Rodhiyallahu Anha, Fatimah sangat mirip dengan ayahnya, Rosulullah Muhammad Shollahu ‘alaihi wasallam baik dari sisi wajah maupun gaya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya

Selasa, 12 Juli 2016

Keutamaan Menerima Tamu

Imam al-Hafidz ibnul Jauzi al-Hambali (Bustaanul waa’idzin wa riyadhus saami’in 1/49) meriwayatkan hadits nabi saw ttg keutamaan menerima tamu: 

(1) bahwa Rosulullah SAW bersabda: Jika tamu masuk ke dalam rumah seorang mukmin, masuk pula bersama dia 1.000 barakah, 1.000 rahmat dan Allah ta’ala mencatat untuk pemilik rumah untuk setiap suap makanan yang dimakan tamu pahala haji & amp; umrah”


(2) Dari Ibnu Abbas ra, bahwa Nabi SAW bersabda: 1 dirham yang dibelanjakan seorang laki-laki untuk tamunya itu lebih utama dibanding 1000 dinar yang diinfaqkan fii sabilillah dan barangsiapa memuliakan tamu karena Allah, Allah ta’ala akan memuliakan dia pada hari kiamat dengan 1000 kemuliaan dan Allah membebaskan dia dari neraka dan memasukkan ke dalam syurga.

Kamis, 07 Juli 2016

Kisah Juraij dan bayi yang bisa berbicara

Anak-sholeh.com - Berikut adalah kisah tentang Juraij yang diambil dari kitab Adabul Mufrod karya Imam Bukhori. Semoga menjadi pelajaran bagi kita bagaimana kekuatan doa seorang seorang Ibu kepada anaknya.


Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,


مَا تَكَلَّمَ مَوْلُوْدٌ مِنَ النَّاسِ فِي مَهْدِ اِلاَّ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمِ وَصَاحِبُ جُرَيْجٍ، قِيْلَ:

Sabtu, 25 Juni 2016

Pelajaran dari Kisah Inilah Suami Bercahaya

Ilustrasi Mubarak 
anak-sholeh.com - Namanya adalah Nuh bin Maryam. Ia adalah seorang gubernur sekaligus qadhi (hakim) di sebuah kota Islam bernama Marwa. Seperi layaknya seorang pejabat, Nuh bin Maryam hidup dalam keberlimpahan harta. Kenikmatan itu semakin lengkap dengan hadirnya seorang putri yang terkenal dengan kecantikannya yang luar biasa. Satu demi satu para pembesar datang untuk mempersuntingnya, namun tak seorang pun yang berkenan di hati.

Di istana tempatnya tinggal, sang gubernur memiliki seorang budak yang berasal dari India. Budak itu berkulit gelap, namun sangat taat beribadah. Budak India itu bernama Mubarak. Dan karena sang gubernur memiliki sebidang kebun yang cukup luas, ia menyerahkan urusan kebun itu kepada sang budak. “Pergi dan jagalah kebun itu baik-baik!” ujarnya.

Beginilah Bakti Rosulullah Kepada Orang Tua

Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam adalah suri teladan yang baik bagi kaum Muslimin dalam segala hal sebagaimana dinyatakan di dalam al-Qur’an: 
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah (QS al-Ahzab [33]:21.)
Beliau bisa dijadikan sebagai teladan yang baik bagi seorang pendidik, beliau bisa juga dijadikan teladan yang baik bagi seorang pemimpin, beliau bisa juga dijadikan teladan yang baik bagi pemimpin pasukan perang, beliau bisa juga dijadikan teladan yang baik bagi kepala rumah tangga, beliau bisa juga dijadikan teladan yang baik bagi seorang majikan, bahkan bisa juga dijadikan teladan bagi seorang anak yang ingin berbakti kepada orang tuanya.

Rabu, 22 Juni 2016

Berbakti Kepada Orang Tua, Penebus Dosa Besar

Dalam mengarungi kehidupan dunia ini, tidak sedikit manusia yang terpeleset ke dalam jurang maksiyat dan lembah dosa. Salah satu jalan yang bisa ditempuh untuk mendapatkan ampunan Allah SWT atas dosa yang dilakukan adalah dengan berbuat baik kepada kedua orang tua.
Berikut kutipan pendapat Salafush Sholih yang menyatakan bahwa Birrul Walidain, berbuat baik kepada kedua orang tua, bisa menjadi Kafarat / penebus dosa, bahkan dosa-dosa besar. Kutipan ini saya ambil dari buku Bakti Anak kepada Ibu Bapak karangan Ibrahim bin Abdullah Musa Al Hazimi yang diterbitkan oleh Media Hidayah – Jogjakarta (2005).

Jumat, 17 Juni 2016

Begini Cara Membangunkan Anak untuk Sholat Subuh

anak-sholeh.com - Bagi orang tua yang ingin memiliki anak sholeh dan sholehah tentu memerhatikan bagaimana sholatnya sang anak. Tidak layak kiranya, anak yang mengabaikan sholat disebut sebagai anak sholeh. Kenapa? Karena sholat merupakan kewajiban yang sangat besar di sisi Allah SWT. Meninggalkan dan mengabaikannya jelas merupakan kemaksiyatan dan kejahatan yang besar di sisi Allah. Namun demikian, membiasakan anak untuk melaksanakan sholat tidaklah semudah membalikkan tangan. Apalagi jika sholat yang dimaksud adalah sholat subuh. Butuh kesabaran dan kesungguhan yang luar biasa. Jangankan anak kecil, yang butuh waktu istirahat lebih, orang dewasa saja tidak sedikit yang sulit untuk bisa bangun pagi guna menjalankan sholat subuh.

Lantas, bagaimana cara membiasakan anak untuk sholat? Sholat Subuh khususnya. Tulisan yang barangkali lebih tepat ditujukan untuk diri saya sendiri ini barangkali bermanfaat untu pembaca yang dimuliakan Allah.

Kamis, 16 Juni 2016

Syair Imam Adz-Dzahabi tentang IBU

anak-sholeh.com - Puisi tentang Ibu sering kita baca dan dengar. Di dalam buku-buku puisi sangat mudah kita temui, demikian juga di internet. Namun, kebanyakan puisi tersebut adalah puisi kontemporer. Barangkali ada di antara pembaca yang ingin mengetahui seperti apa puisi atau syair dari orang-orang terdahulu khusunya dari kalangan ulama. Untuk itulah tulisan ini dibuat.

Berikut ini adalah syair tentang Ibu yang ditulis oleh Syamsuddin Muhammad bin Qaimaz At-Turkumani, Al-Fariqi, Ad-Dimasyqi, Asy-Syafii, atau yang lebih sering kita kenal dengan nama Imam Adz-Dzahabi.

Jumat, 10 Juni 2016

Beginilah Rasulullah Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

Anak-sholeh.com - Rasulullah saw adalah suri teladan yang baik. Termasuk dalam hal mendidik anak. Termasuk di dalamnya lagi bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Berikut ini adalah empat cara yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Dalam menumbuhkan kepercayaan diri pada anak. Disarikan dari buku “25 Kiat memengaruhi Jiwa dan Akal Anak” (terjemah dari 25 Thariqah lit Ta’tsir fi Nafsith Thifli wa ‘Aqlihi) terbitan sygma Pusblishing bandung. Sebuah buku yang dikarang oleh Muhammad Rasyid Dimas, lulusan Fakultas Pendidikan dan Psikologi pada Al Imarat University dan Diploma ‘Ali (setingkat master) bidang perencanaan, analisis, dan Perencanaan Sistem pada Al-Imarat University. Berikut keempat cara tersebut:

Rabu, 08 Juni 2016

Inilah Balasan Untuk Orang Tua yang Membuat Senang Anaknya

anak-sholeh.com - Membuat gembira dan riang hati anak sangatlah baik bagi perkembangan mental anak. Kegembiraan juga memberikan peran yang sangat menakjubkan dan berpengaruh kuat terhadap jiwa anak. hasilnya, sang anak akan selalu siap untuk menerima perintah, peringatan atau bimbingan apapun.

Lebih dari itu, bagi orang tua yang membuat senang anaknya, maka Allah akan membuatnya (orang tua) senang pada hari kiamat. hal ini sebagaimana tersebut dalam riwayat berikut :

Kamis, 02 Juni 2016

6 Hal yang Membuat Orang Tua Enggan Menerapkan Disiplin

Disiplin merupakan salah satu kunci keberhasilan. Orang yang memiliki disiplin tinggi memiliki peluang Sukses lebih besar dibandingkan dengan orang yang berdisiplin rendah. Tidak heran jika kebanyakan orang tua mengharapkan anak-anaknya menjadi Pribadi yang disiplin. Namun, mendisiplinkan anak bukanlah pekerjaan mudah. Tidak sedikit orang tua yang gagal dalam mendisiplinkan anak. Bahkan ada di antara mereka yang merasa enggan dalam mendisiplinkan anak.

Muhammad Rasyid Dimas dalam bukunya, "20 Kesalahan dalam mendidik Anak "menyebutkan ada enam hal yang bisa membuat orang tua enggan dalam menerapkan disiplin kepada anak-anak mereka, yaitu:

Selasa, 31 Mei 2016

Hukum Bayi Tabung Menurut Islam


anak-sholeh.com - Bayi tabung dewasa ini menjadi bahan perbincangan. Hal tersebut dikarenakan bayi tabung dianggap sebagai salah satu alternatif bagi sepasang suami istri yang belum memiliki keturunan. Namun di sini lain, bayi tabung tidak pernah dikenal di masa generasi awal kemunculan islam. Bayi tabung muncul seiring dengan kemajuan teknologi. Bagaimana hukum dan mendudukan persoalan bayi tabung? Tulisan ini dibuat untuk menjawab persoalan tersebut.

Senin, 30 Mei 2016

Ingin Memiliki Keturunan? Perbanyaklah Hal Ini

Belum memiliki keturunan
Memiliki keturunan adalah sesuatu hal yang sangat didambakan oleh sepasang suami istri. Apalagi jika usia pernikahannya sudah cukup lama, sementara keturunan belum juga hadir. Memiliki keturunan adalah bagian dari naluri yang  Allah berikan kepada pada manusia, tepatnya ghoriizah an-Naw’ (naluri melestarikan keturunan)[1]. Ciri dari naluri ini adalah jika tidak terpenuhi tidak akan menimbulkan bahaya terhadap fisik, jiwa maupun akal tapi menimbulkan kegelisahan dan kepedihan[2]. Naluri ini akan muncul jika ada faktor-faktor yang membangkitkan naluri. Misalnya ditanya oleh teman atau saudara tentang berapa jumlah anak yang dimiliki. Dan naluri ini akan reda jika disibukkan dengan sesuatu yang dapat mengalahkan gejolak naluri tersebut.

Minggu, 29 Mei 2016

Mitos Keliru Para Ayah

mitos keliru para ayah
Mitos Keliru Para Ayah - SELAIN sebagai suami, seorang pria juga berperan ganda sebagai seorang ayah -jika Allah SWT memberikan karunianya berupa anak tentunya. Seperti halnya suami, seorang ayah juga banyak yang termakan dengan mitos-mitos keliru soal ayah. Melengkapi tulisan sebelumnya, Mitos-mitos Keliru Para Suami yang masih bersumber kepada buku Sukses Jadi Suami & Ayah, karya Ust. Iwan Januar, berikut mitos-mitos keliru soal ayah:
1. Mengasuh Anak adalah Tugas Ibu. Tidak sedikit suami dan ayah yang masih berpandangan seperti ini kebanyakan pria beranggapan tugas suami adalah mencari nafkah, dan kasih sayang pada keluarga itu ditunjukkan dengan pemberian nafkah yang melimpah.

Sabtu, 28 Mei 2016

150 Cara Berbakti Kepada Ibu

Cara Berbakti Kepada Ibu

Cara Berbakti Kepada Ibu I Tulisan ini saya sarikan dari buku karangan Sulaiman bin Shaqir ash-Shaqir & Dr. Sulaiman bin Muhammad ash-Shagir yang berjudul “Ibumu, Ibumu, Ibumu….; Kamu dan Hartamu Kepunyaan Ayahmu…”, terbitan Pustaka Ibnu Umar – Bogor tahun 2010. Di dalam buku ini terdapat 150 cara yang bisa kita lakukan untuk berbakti kepada Ibu.

Berikut saya sarikan ke-100 cara berbakti kepada Ibu di antara 150 cara yang tercantum dalam dalam bukutersebut.

Mitos Keliru Para Suami

Anak-sholeh.com - Menjadi suami gampang-gampang susah. Dikatakan gampang, karena begitu usai ijab qabul, seorang laki-laki  secara otomatis menjadi suami bagi istrinya. Dikatakan susah, karena ternyata tidak sediikit yang gagal menjadi suami yang baik baik istrinya.
Jika kita telusur, apa sebenarnya yang menjadi penyebab gagalnya seseorang menjadi suami. Pasti jawabannya tidak sedikit dan beraneka ragam. Namun, adanya mitos-mitos salah para suami bisa dipastikan ikut menjadi penyebab gagalnya seorang menjadi suami. Mitos apa sajakah gerangan?

Jumat, 27 Mei 2016

Doa Selamat Kelahiran Anak

Doa Selamat Kelahiran Anak
Doa Selamat Kelahiran Anak I KETIKA kita mendapatkan kabar gembira kelahiran seorang anak dari anggota keluarga, kerabat atau seorang teman, biasanya ada di antara kita yang mengucapkan “Selamat atas kelahiran putranya”, “Selamat, semoga menjadi anak yang sholeh”, “Selamat semoga anakmu menjadi anak yang berbakti kelak”, “Selamat, semoga anakmu berguna bagi nusa, bangsa agama dan orangtuanya”, atau dengan doa singkat “Bârokallâhu lakum” atau ucapan dan doa lain yang sejenis.
Ada ucapan dan doa yang lebih baik dari “sekedar” ucapan di atas. Dikatakan lebih baik karena dua hal. Pertama, dari sisi redaksinya jauh lebih bagus. Kedua, dari sisi sumbernya berasal dari orang-orang sholeh  terdahulu.

Minggu, 22 Mei 2016

20 Faktor Penghambat Jodoh

Faktor Pengambat Jodoh
Anak-sholeh.com I Abu al-Ghifari dalam bukunya Bila Jodoh Tak Kunjung Datang menyebutkan beberapa hal yang menjadi faktor keterlambatan dalam mendapatkan jodoh. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Ada dua puluh faktor. Apa saja faktor-faktor itu? Berikut saya sarikan dari buku tersebut dengan sedikit penjelasan yang diperlukan.
Pertama, Doktrin Keluarga.  Biasanya ini terjadi dalam tiga bentuk (1) orang tua selalu tidak setuju dengan pasangan pilihan anak dan orang tua memiliki alternatif dan pilihan lain (2) orang tua sengaja memaksakan keinginannya kepada anak yang tidak disukai anak (3) orang tua mengharuskan anaknya menikah dengan pasangan yang memiliki syarat-syarat tertentu.

Jumat, 20 Mei 2016

Berbakti Kepada Orang Tua yang Zalim

Orang Tua Zalim
BERBAKTI kepada kedua orang tua, adalah kewajiban yang sudah diketahui oleh kaum muslimin. Tidak ada yang mengingkari akan wajibnya berbuat baik kepada keduanya dan tidak ada yang meragukan besarnya dosa durhaka kepada keduanya. Namun, bagaimana jika kedua orang tua pernah berbuat zalim kepada anak-anaknya? Masihkah sang anak berkewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua yang zalim tersebut?
Ada sebuah riwayat dalam Al-adabul Mufradnya al-Imam Bukhari yang bisa dijadikan jawaban atas pertanyaan besar tersebut di atas.