Selasa, 13 Februari 2018

BIJAK MENYIKAPI CADAR

4Menyikapi video yang sedang viral mengenai "ceramah" nikah yang menyoal pengantin wanita yang bercadar, bahkan merendahkan wanita bercadar dengan menyatakannya hanya lulusan pesantren kilat. Kemudian dibandingkan pula dengan istri para pejabat bidang keagamaan yang tidak pada bercadar katanya.

Alangkah baiknya sang "penceramah" belajar kembali perbandingan madzhab. Boleh juga kitabnya Hizbut Tahrir, an-Nidzom al-ijtimaa'iy Fil Islam (Terj: Sistem Pergaulan dalam Islam) untuk dibaca agar bisa melek dan bisa menghormati perbedaan pandangan, khususnya kepada mereka yang bercadar. Meski tidak mewajibkannya, melalui kitab ini, kader Hizbut Tahrir diajari cara menghormati mereka yang bercadar mengikuti pendapat Mujtahid lain.

Atau kalau susah mencarinya, bisa juga membuka kembali kitab Safinatun Najah bab Aurat. Biar tahu di mana kesalahan pendapatnya. Mudah-mudahan punya atau setidaknya pernah mengkajinya.

Mabsus Abu Fatih

Hukum Menggunakan Cadar menurut Hizbut tahrir
Pembahasan Aurat dalam Kitab Safinah


Rabu, 06 Desember 2017

Sudah Sakinahkah Keluarga Anda

Keluarga sakinah
Keluarga sakinah adalah dambaan setiap muslim. Tidak ada satu keluarga pun yang tidak ingin menyandang predikat sakinah ini. Namun, seperti apakah keluarga sakinah itu? Dan sudahkah keluarga kita menjadi keluarga sakinah? Tentu jawabannya akan sangat beragam dan luas. Tulisan singkat ini semoga bisa menjadi alternatif jawabannya.

Salah satu ayat yang berbicara tentang keluarga sakinah adalah QS. Ar-Rum : 21.

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."

Berkaitan dengan ayat ini, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah dalam an-Nidzoom al-ijtimaa'iy fit al-Islam bab Kehidupan Suami Istri menyampaikan, "As-Sakn maknanya adalah al-ithmi'nan (ketentraman atau kedamaian). Dalam konteks ini artinya, supaya pernikahan itu menjadikan seorang suami merasa tenteram dan damai di sisi isterinya, begitu pula sebaliknya, seorang isteri akan merasa tenteram dan damai di sisi suaminya. Mereka akan saling cenderung satu kepada yang lain, jadi bukannya saling menjauh"

Keterangan  Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani Rahimahullah tersebut tidak berbeda dengan definisi sakinah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Sakinah adalah kedamaian; ketentraman; ketenangan; kebahagiaan.

Dari penjelasan tersebut nampak terang bahwa keluarga sakinah adalah keluarga yang diliputi ketentraman dan kedamaian. Istri merasa betah berada di sisi suami. Pun sebaliknya suami merasa damai, tentram dan betah di samping istrinya.

Jika suami merasa betah berada  di sisi istri atau pun juga sebaliknya, maka berbahagialah, karena salah satu ciri keluarga sakinah sudah anda miliki. Namun jika istri merasa betah justru saat suami tidak ada di rumah, karena hadirnya menghadirkan nestapa. Atau, suami merasa betah dan tenang justru saat istri tidak ada di rumah, karena hadirnya istri justru menimbulkan masalah, maka jika kondisinya seperti ini, ada yang perlu dibenahi dari keluarga anda.

Semoga hadirnya sakinah.web.id bisa bermanfaat untuk keluarga penulis dalam mewujudkan keluarga sakinah. Semoga juga bisa memberikan manfaat untuk pembaca sekalian.

Jangan lupa bagikan tulisan ini untuk meluaskan manfaatnya.

Mabsus Abu Fatih

Website : http://www.sakinah.web.i
IG / FP : @sakinah.web.id

Selasa, 25 Juli 2017

Dampak Negatif Sikap Orang Tua Terhadap Anak

Orang tua ada kalanya tidak menyadari bahwa dirinya memiliki sikap yang negatif dalam mendidik anak. Mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukannya akan membawa kebaikan bagi sang anak. Namun, fakta dan hasilnya justru berbanding terbalik. Hal ini boleh jadi dikarenakan orang tua bersikap negatif. Di antaranya ada sikap otoriter.
Sikap Otoriter.
Sikap otoriter orang tua terhadap anak tidak akan menyebabkan keburukan sbb:
1. Ketertutupan dan mengisolasi diri dari pertarungan kehidupan sosial.
2. Perasaan rendah diri, selalu ragu, dan tidak percaya diri.
3. Kecenderungan menghancurkan milik orang lain dan fasilitas umum.
4. Menempuh cara permusuhan, anarkistis, dan amarah untuk mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap sikap otoriter dan kebencian yang dialami dirinya sendiri dengan ketakutan.
Allahua'lam bishowab.

Jumat, 10 Februari 2017

Hati-Hati Dalam Membahagiakan Anak

Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa yang namanya orang tua akan senantiasa berusaha membahagiakan keluarga dan anak-anaknya. Jika perlu, segala kebutuhan akan dipenuhi. Istilah susah dan menderita pun akan dihilangkan dari kehidupan keluarga. Tidak sedikit pula di antara mereka yang kemudian memanjakan keluarga. Terhadap anak-anak khususnya. Namun, bagaimanakah batasan orang tua dalam membahagiakan keluarga, khususnya anak-anaknya?

Ada hadits yang barang kali bisa kita jadikan renungan. Dari Mu’adz bin Jabal r.a bahwa Nabi SAW bersabda: [Iyyaaka wa at-tana’ ’um, fainna ‘ibaadaLlahi laysuu bi al-mutana’ ’imiin] yang artinya “Hati-hatilah dengan kesenangan; karena para hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang bersenang-senang” [HR. Ahmad dalam musnadnya, Al-baihaqi dalam Sunan-nya, Shahih al-Jaami’ No. 2668)

Selasa, 07 Februari 2017

Pengaruh Pemukulan terhadap Kemampuan Berpikir Anak

Tidak sedikiti orang tua yang demikian mudah melampiaskan kemarahannya terhadap anak. Bahkan diantaranya ada yang begitu ringan tangan untuk mengekspresikan kemarahannya. Membentak, menghardi, mencaci, memaki, bahkan tidak sedikit yang melalukan tindakan fisik berupa pemukulan. Mungkin mereka menyangka dengan melakukan pemukulan terhadap anak, kedisiplinan yang mereka inginkan bisa terwujud. Atau penghormatan terhadap orang tua bisa mereka wujudkan. Padahal, dampak buruk dari pemukulan tersebut jauh lebih besar dibandingkan apa yang para orang tua inginkan.


Universitas News Hampshire di Inggris telah melakukan riset ilmiyah yang menyatakan bahwa para pelajar yang banyak mendapatkan tindakan pemukulan di rumah mereka, mengakibatkan kemampuan mereka dalam berpikir, membaca dan menghitung mengalami penurunan. Sedangkan para murid yang tidak pernah mendapatkan pemukulan mendapatkan hasil yang lebih bagus pada tiga bidang studi (Akram Misbah Utsman, 25 Kiat Membentuk Anak Hebat, Jakarta: Gema Insani, 2005. Hal. 23)

Lebih dari itu, Ath-Thuwaibi mengisyaratkan bahwa menghukum anak dengan cara yang tidak benar, menjadikan mereka merasa tidak dihargai dan tidak sederajat dengan orang-orang dewasa dalam hak-hak asasi manusia. (25 Kiat Membentuk Anak Hebat Hal. 24